Join The Community

Tuesday, December 30, 2014

Sio Pe

Dulu dikeluarga gue punya kebiasaan bertanya pada sesuatu yang ghaib... seperti para dewa atau bahkan orang2 yang sudah meninggal dengan menggunakan dua bilah kayu berbentuk seperti bulan sabit.. namanya Sio pe yang entah artinya apa mungkin setuju/benar.
Tapi berhubung kayu tersebut hilang maka diganti dengan uang 2 coin cepean gitu.
Meski memang ini terlihat aneh dan diluar nalar tapi inilah kebudayaan dirumah kami selaku penganut kepercayaan, dulu.
Apabila ada suatu pertanyaan atau permohonan dengan Sio Pe ini kami bisa mengetahui apakah permohonan disetujui atau ditertawai.. ya ditertawai bahkan dimarahi... ckckckck aneh yaaa...
Entah tradisi seperti itu hanya terjadi dikeluarga gue atau mungkin ada diantara orang penganut konghucu lainnya melakukan hal yang sama.
Cara melakukan Sio Pe itu, pertama-tama sebutkan permohonan, semisal sebelumnya melakukan doa untuk para leluhur lantas ingin mengetahui doa tersebut sampai atau tidak maka 2 coin cepean itu dilempar keatas dan gambar muka atau belakang itu menentukan hasil dari pertanyaan tadi. Jika salah satu coin bergambar muka dan 1 coin lainnya bergambar belakang maka itu dinamakan Sio Pe yang tertanda telah diterima doa yang tadi, jika gambar kedua coin itu menunjukan muka coin maka artinya ditertawai, kenapa ditertawai mungkin gambarnya seperti sedang tertawa, nahh kalau kedua coin itu menunjukan belakang artinya marah.. hahaha lucukan, mungkin buat kalian aneh tapi inilah kehidupan ada berbagai macam kebudayaan yang sayang jika dilupakan alangkah baiknya diceritakan.

Sunday, December 28, 2014

Sebuah Kebetulan yang Indah

Jelas ini hanya kebetulan bukan sebuah perjuangan mempertahankan marga "Fan" itu sendiri.
Suami saja bersikeras menempelkan nama yang menurut saya tidak ada runutan asal usulnya, perdebatan terlalu standar akhirnya itu alasannya.. ya "putra/putri" itu bagi saya terlalu standar untuk sebuah nama bagi seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Delapan bulan usia kandungan mulai sibuk mencari nama yang baik untuk seorang anak manusia yang belum kita faham betul karakternya, berharap segala kebaikan berpihak pada anak manusia tersebut. Tadinya ada keinginan memberinya nama "Luke Laik San" dari "Look Like Sun" sudah jelaskan artinya... hehehe akan tetapi karena ini hasil kerjasama berdua nama tersebut tidak disepakati, lagi dan mencari menggunakan jasa si gugel... hmmm taraaaaaa mata begitu terkagum membaca sebuah nama Faeyza yang artinya kesuksesan atau hidupnya selalu meningkat.. ini harapan saya, saya gantung disana bersama doa. Karena saya merasa Faeyza saja kurang lengkap maka saya mulai mencari untuk pelengkapnya dannnnnn lagi-lagi nama dengan awalan F saya suka, Ya... Fannan yang artinya seniman, dengan penuh harap juga beliau menjadi anak yang kreatif tak mesti menjadi seniman, tetapi yang saya tahu para seniman itu kreatif, jadi setidaknya saya ingin dia menjadi anak yang sukses berkat kekreatifannya sendiri. Aamiin
Karena memang ini hasil kerjasama maka dengan kesepakatan... anak manusia yang akhirnya terlahir dengan normal pada hari Sabtu pahing pagi jam 09.45 pada tanggal 08.06.13 ini diberi nama "Faeyza Putra Fannan". Dan sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormat pada marga "Fan" yang notabene "saya" sendiri, ini jelas-jelas unsur ketidaksengajaan akan tetapi sebuah kebetulan yang INDAH. "Terimakasih yaa Allah" setidaknya saya melestarikan marga saya sendiri. 
#tersenyum

Thursday, December 11, 2014

Mata Pena

Saya bukan penulis, bahkan tidak mengerti cara menulis yang baik tetepi setidaknya saya adalah seorang penikmat berita.
Belakangan entah untuk kepentingan pribadi atau organisasi banyak pembuat berita yang melenceng dari faktanya, atau mungkin saya yang melahap berita tersebut secara mentah. Tapi bukankah para jurnalis diajarkan cara membuat berita yang baik, mengedepankan fakta bukan menyuguhkan isu-isu belaka. Jurnalis itu hampir sama dengan pekerja seni, mengindahkah sebuah berita sehingga dapat dicerna oleh khalayak umum.. tapi bukan berarti ditambah-tambahi atau malah dikurang-kurangi sehingga keutuhan berita menjadi berbeda. Semisal hal ini sudah terjadi sejak lalu, sungguh saya baru menyadarinya.

Tuesday, December 9, 2014

Bukan China

Gue keturunan china, tapi gak pernah ngaku kalo gue china sebab gue gak sipit, gak putih, dan gak pesek hahaha... belum lagi statmen yang bikin telinga panas.. china pelit lah.. china.. curanglah.. china kejamlahh... nahh kalo yang bagian kejam gue rada setuju deh, sebab babeh gue kejam banget mulai dari ngunciin di kamar mandi, nyabet badan pake gesper, sampe kaki diiket dengan kepala dibawah, pernah sekali waktu abang gue yang pertama main bola... pulang2 dihajar pake gagang pompa air... ishhhh melebihi PKi yahhh sadis, meski katanya untuk disiplin tetep aja kejam. Selain kejam babeh itu banyak bgt larangannya...
"Jangan duduk dimeja, nti banyak hutang!" Nahh buat kalian kalian yg banyak hutang pikir2 dahh buat duduk di meja.
"Makan piringnya jgn disanggah tapi dipeggang, makan gak boleh ngomong, kalo lagi makan tiba2 kentut piring nasi harus di angkat2 seraya memohon maaf.., dapur gak boleh kotor nanti jauh rezeki, baju gak boleh digigit2 nyumpahin orang tua mati, makan cukup pake satu tangan, kalo makan minumnya setelah makanan habis, kalo lagi makan tiba2 mau nambah, nasi gak boleh dihabisin, pake baju gak boleh terbalik katanya nyumpahin orang tua mati.. ahhh pokoknya banyak banget aturan dan larangannya. Mungkinkah diantara kalian mengalami hal yang sama ?! Yaaa apapun itu, ini adalah bagian dari cerita hidup yang sayang jika harus dilupa.