Hidup itu hanya putaran waktu layaknya merefleksinya apa dan bagaimana kemarin.
Dan Allah sutradara terhebat.
Bagaimana kita diberi peran hari ini, esok juga nanti.
Bila diingat, dulu kamu itu seorang Pahlawan penolak ketidakadilan, pembela kaum lemah.
Aku masih ingat bagaimana kau melawan, memukul dan menendang lewat cerita yang kau sampaikan.
Dulu peranku hanya sebagai pendengar, penenang sekaligus penyemangat si Pahlawan.
Sekarang hidup berputar, dalam situasi yang sama Pahlawan yang aku kenal berubah jadi pelaku ketidakadilan, melepaskan pertanggung jawaban, menyia-nyiakan kaum lemah.
Sementara aku yang sekarang sudah bukan jadi pendengar, penenang dan penyemangat melainkan jadi kaum yang kau tindas atas ketidakadilan.
Sementara tokoh Pahlawan yang ku harap masih cilik belum mengerti arti ketidakadilan, belum paham arti pembelaan.
Entah besar nanti dia jadi apa ?!
Bismillah..
Bila dilihat dari sisi yang lain, mungkin keadaan yang disebut karma sedang terjadi padaku.
Dulu bagaimana aku menentang situasi, bagaimana aku marah akan keadaan..
Tapi sekarang, aku tak mampu menyerang, merampas apa yang menjadi hak.
Biar saja semua berjalan, biar saja Allah selalu mengingatkan atas kejadian kemarin.
Doaku untuk si cilik, kelak jadi manusia baik, sebab perannya hari ini menjadi manusia polos yang harus di isi dengan segala kebaikan seharusnya.
Dan lagi Bismillah untuknya.
04/05/17

Join The Community