Dulu marak pemberitaan Robot Gedek, ehhh ternyata masih banyak penerusnya pemberitaan JIS aja belum selesai, udah muncul lagi "Jarum Pentul" nya si EMON.
Gw rasa pendidikan, keimanan serta lingkungan itu gak cukup membuat seseorang menjadi lebih baik.
Pola pikir yang terlalu dangkal membuat seseorang nekad melalukan hal diluar batas itu sudah pasti merugikan banyak orang.
Gw punya cerita pengalaman seorang teman, beliau datang dari kampung ke Jakarta mo nyari kerja, sesampai ditempat kerja yang dituju beliau mendapat perlakuan Si Jarum Pentul bergoyang yang jelas bukan punya Emon, awalnya pasti miris, nangis tapi semakin kesini sudah jadi biasa dan tanpa disadari ketertarikan pada sesama jenispun terjadi. Mungkin hal ini menjadi traumatik yang dinikmati, gimana mereka yang gak bisa menikmati ???
Kasihankan, belum lagi kalo si Jarum Pentul membawa virus ihhhh "serem".
Dan nenurut gw prilaku penyimpangan seks kaya gini memberi dampak negatif pada korbannya, bisa jadi timbul perasaan dendam sehingga terjadi tali berantai, kemurungan, bahkan hal nekadpun bisa terjadi mungkin bunuh diri.
Pendidikan Seks sejak dini juga bukan solusi pertahanan diri, sebab kepolosan lagi-lagi mudah dikelabui.
Kebebasan media yang salah kaprah juga patut diprihatinkan, pemberitaan yang terlalu berlebihanpun harus bisa mempertanggung jawabkan segala situasi yang terjadi saat ini.
Ini sama saja dengan jaman penjajahan, mungkin dulu lebih berkelas, lawannya bangsa-bangsa serakah yang ingin menguasai negara tapi sekarang lawannya hanya Jarum Pentul tapi dampaknya begitu memprihatinkan.
Jadi Waspadalah... Waspadalah

0 comments:
Post a Comment