Lantas gue selalu disibukan oleh urusan mahluk menggemaskan yang satu ini mulai dari hal kecil sampai hal besar yang sudah menjadi tanggung jawab gue sebagai orang tuanya.
Faeyza itu lucu, meski tak jarang sikapnya terkadang membuat emosi gue kepancing, makanya terkadang kalo faeyza lagi dateng ngambeknya gue lebih memilih mengabaikan dari pada gue juga ikutan marah-marah gak jelas.
Seringnya dia itu tertarik dan sok menguasai mainan orang, gue sebagai orang tua sudah memberitahu bahwa itu bukan miliknya tapi yahhh lagi-lagi nangis merupakan kuncian jurus andalannya. dalam hal ini gue takut sikap memanjakan atau membahagiakan dengan memberinya mainan serupa merupakan pendidikan anak yang salah. mungkin ada yang mau memberi tanggapan atau penilaian?
sejauh gue mampu untuk memberikan hal yang terbaik yahh gue berikan, tapi kalo memang gak kejangkau yahh udah abaikan aja.
lagi pula kalo dipikir-pikir anak kecil itu lebih menyukai mainan temannya ketimbang mainannya sendiri, terbukti dari banyak mainan yang gue berikan untuk Faeyza ujung2ny cuma menuh-menuhin dan nyempit-nyempitin ruangan aja, sungguh menyebalkan.
"dear faeyza, cepat besar yah nak, jadi anak yang sholeh, pintar, baik dan menyenangkan banyak orang. aamiin"

0 comments:
Post a Comment