seketika sepeda motor gue berhenti begitu melihat sosok perempuan bersepeda yang gue kenali pesis melintas dihadapan.
dua tahun tepatnya gak pernah bertemu. beliau bekerja sebagai asisten rumah tangga, pertemuan yang singkat itu dimanfaatkan untuk mencurahkan betapa berat kehidupan yang dijalani.
ternyata banyaknya saudara kandungpun gak selamanya bisa membantu segala bentuk kesulitan yang dihadapinya.
memiliki suami yang begitu pemalas membuatnya lelah hati, setidaknya kalau hidup bisa dipilih mungkin beliau memilih untuk tak memilih.
pahit memang dirasa kenyataan perjuangan membesarkan seorang anak yang masih butuh biaya sekolah, kontrakan rumah yang memang merupakan tanggung jawab, kebutuhan makan sehari-hari yang gak bisa ditunda... membuat beliau menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
mulai menemukan jalan dengan cara berontak dari keadaan, menunjukan bahwa kemampuan seorang perempuan bukan hanya sekedar menangis dan nerima keadaan. beliau mencoba mengeraskan dan terkesan mengancam suami yang pemalas itu dengan berkata... " kamu itu laki-laki seharusnya bertanggung jawab atas hidup dan mati istrinya... kontrakan harus dibayar dengan uang jadi carilah uang."
mungkin sebagai laki-laki sedikit merasa terhina atas perkataan seperti itu dan akhirnya sedikit ada perubahan keinginan mencari uang meski sekedar untuk bayar kontrakan. padahal cukup banyak tanggung jawab seorang suami atas istrinya.
suaranya semakin lantang begitu menceritakan kelicikan saudara-saudaranya.. dan gue cuma bisa manggut-manggut.
senyumpun gue lempar tatkala beliau bilang sekarang sedikit banyak belajar menabung, hingga akhirnya ia bisa membeli sepeda dan sedikit perhiasan.
entah berapa menit pembicaraan berlangsung tapi gelagat Faeyza yang sejak tadi berdiri dimotor mulai tak nyaman, akhirnya gue berpamit pulang dan berjanji akan berkunjung kerumahnya, bukan sebagai penghibur tetapi sebagai pendengar, sebab seseorang yang baik dinilai dari bagaimana kesanggupan menjadi seorang pendengar sebabkita sebagai mahluk tak sempurna terkadang lebih suka bercerita ketimbang mendengarkan.

2 comments:
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Manusia seringkali dihadapkan pilihan-pilihan yang sulit, menghadapi pilihan itu lebih sulit lagi.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
yaps... terkadang betapa hidup itu sangat menyulitkan... dengan segudang persoalan dan problematika. menyadari keterbatasan rasa syukur terkadang teramat sulit diucapkan
Post a Comment